…
Sungguh perdebatan yang panjang. Itu adalah hari kelima sejak Dewa datang ke Jakarta, atau tepatnya tiga belas hari sejak WC itu rusak parah. Biaya perencanaan sudah terpakai tiga puluh empat juta rupiah dan semuanya nyaris terselesaikan, kecuali mungkin anak dan istrinya yang masih numpang ‘melakukannya’ di rumah Pak Basyir. Mereka tak sempat memperhatikan hal itu, karena Dewi sendiri jadi malas lapor pada suaminya. Mungkin kedua anggota keluarga itu enggan ikut campur urusan para pemikir kesejahteraan umat manusia.
Ya! Para Pemikir yang kian asyik dengan perencanaan proyek WC tersebut.
Baca entri selengkapnya »



Komentar