…
Menjelang tengah malam Idam terbangunkan oleh suara geledek yang membahana. Ia tersentak kaget. Mukanya pucat pasi. Seketika ia teringat sesuatu.
“Istananya!” Idam berseru. Ia menoleh kesamping. Diguncang-guncangnya tubuh kakaknya yang tertidur pulas. Dengkurannya sangat keras.
“Kak, ayo bangun! Istananya, Kak! Istananya!”
“Hmmm…” Kakak Idam hanya bergumam pelan lalu mendengkur lagi.
Terbayang kecemasan di wajah Idam. Hujan di luar sangat deras dan anginnya bertiup kencang. Ia khawatir terjadi sesuatu dengan hartanya yang paling berharga itu. Hanya saja ia merasa takut; takut pada hantu dan setan. Hantu malam konon suka memangsa anak-anak kecil. Namun Idam punya sebuah mimpi. Impian yang memberikan kekuatan padanya. Mimpi yang tak boleh hilang lagi. Mimpi yang memaksanya bangun dan bergegas keluar. Ditatapnya malam kelam di hadapannya.
Baca entri selengkapnya »
[Sebelumnya]
Akhirnya selesai juga!
…
Suatu hari, setelah terpukau oleh sebuah film India di televisi, Idam merengek minta hal aneh pada emaknya; sebuah Istana.


Komentar