Assalamu ‘alaikum warahmatullah…
Tujuan kita berkumpul di majlis ini, hari ini, adalah Al Qur’an. Semoga ini bukan yang pertama. Dan kalaupun yang pertama, semoga bukan yang terakhir. Kita disini akan menggali pemahaman kita, “Mengapa aku harus belajar Al Qur’an, dan mengapa aku harus mengajarkannya?”. Interaksi dengan Al Qur’an adalah kenikmatan. Tapi kenikmatannya tidak dapat dirasakan dengan hanya melihat dari jauh. Ia akan terasa nikmat jika kita terjun ke dalamnya. Ia akan terasa indah jika kita tenggelam ke dasarnya…
Ikhwati… Selama ini kita selalu merasa kehausan… Selama ini kita selalu mencari-cari kedamaian…
Kita mencarinya dari lisan-lisan ulama, kita mencarinya di buku-buku, kita mencarinya dalam nasyid-nasyid yang menggelora… Namun kita lupa dengan sumber yang utama… yang sebetulnya telah kita miliki sejak lama… yang sebetulnya sudah kita genggam dengan tangan kita…
Namun seringkali kita melupakannya…
Marilah kita kembali pada Al Qur’an… yang mengeluarkan kita dari kegelapan menuju cahaya…
Kita adalah kaum minoritas
Ikhwah fillah…
Ketahuilah bahwa kita adalah minoritas. Jangan pernah kita tertipu oleh julukan “Bangsa dengan Penduduk Muslim Terbesar”. Kita harus memahami bahwa Islam tak dikotak-kotakkan menjadi bangsa atau negara. Saat kita berkeyakinan bahwa negeri ini adalah Negeri Muslim terbesar, berapa banyak manusia di belahan bumi ini yang tidak mengenal Islam, yang masih membenci Islam, bahkan yang terang-terangan memusuhi Islam. Marilah kita pahami ini…
Umat Manusia di dunia saat ini sekitar enam milyar. Diantara mereka, berapa yang muslim?
Diantara mereka, berapa yang lurus dan tidak menyimpang dari aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah?
Diantara mereka, berapa yang berpegang pada Al Qur’an dan As Sunnah?
Diantara mereka, berapa yang mau belajar Al Qur’an?
Diantara mereka yang mau belajar Al Qur’an, berapa yang bisa membaca Al Qur’an?
Diantara mereka yang bisa membacanya, berapa banyak yang mau membacanya?
Diantara mereka yang mau membacanya, berapa yang konsisten dalam membacanya?
Diantara mereka yang konsisten membacanya, berapa yang mau menghafal Al Qur’an?
Diantara mereka yang mau menghafal Al Qur’an, berapa banyak yang hafal Al Qur’an?
Diantara mereka yang hafal Al Qur’an, berapa banyak yang mau mengajarkan Al Qur’an?
Diantara mereka yang mengajarkannya, berapa banyak yang konsisten dalam dakwah bil Qur’an?
Dan jika kita bertanya pada diri kita “Dimanakah posisi saya saat ini?”, dapatkah kita menunjukkannya dengan penuh kebanggaan?
[Bersambung]
Filed under: Renungan, Agama, Al Qur'an, Dakwah, Ilmu, masjid, Menghafal, Renungan, shalat



Komentar