…
YAHUDI
Setelah peristiwa eksodus besar-besaran orang-orang Yahudi dari tanah air mereka, di antara orang-orang Yahudi tersebut banyak yang masuk ke jazirah Arab dan membuat komunitas-komunitas yang kuat serta menguasai kekuatan ekonomi dan politik di tempat tinggal mereka yang baru.
Agama dan orang-orang Yahudi di antaranya menyebar di daerah Yaman. Penguasa dari Kabilah Himyar saat itu, Dzu Nuwas, ikut menganut ajaran Yahudi. Akibatnya ide-ide rasialis Yahudi memengaruhinya dan mengakibatkan terjadinya pembantaian besar-besaran terhadap warga Yaman yang beragama Nashrani. Al Qur’an mengabadikan peristiwa ini dalam surat Al Buruj dan dikenal dengan peristiwa Ash-habul Ukhdud.
Di wilayah Hijaz, orang-orang Yahudi datang memenuhi daerah-daerah Hijaz bagian utara, seperti Yatsrib, Khaibar, Wadi Al Qura, Fadak dan Taima. Di sana mereka membuat perkampungan-perkampungan dengan benteng pertahanan yang kuat. Mereka juga menguasai pasar dan aset-aset ekonomi masyarakat, serta memicu perpecahan di antara warga-warga pribumi yang berakibat peperangan. Di antara yang terkenal adalah perang antara suku Aus dan Khazraj di Yatsrib selama ratusan tahun.
Ajaran yahudi juga menyebar di kalangan orang-orang Quraisy dari Bani Kinanah dan Bani Harits bin Ka’ab. Ajaran ini kemungkinan menyebar dari Yatsrib dan Khaibar.
NASHRANI
Perlu dipahami bahwa di antara kerusakan agama Nashrani yang terjadi saat itu, ada beberapa orang yang masih berpegang teguh pada ajaran asli Nabi Isa a.s. Mereka menantikan datangnya seorang Nabi yang dijanjikan, dan beberapa di antaranya memeluk agama Islam ketika Rasulullah SAW datang membawanya. Di antara yang terenal adalah Waraqah bin Naufal dan Salman Al Farisi. Namun, secara umum agama ini memang telah menyimpang jauh dari kebenaran.
Ajaran Nashrani di jazirah Arab hanya berkembang di wilayah Ghassan dan Manazhirah. Ada beberapa biara yang terkenal di kota Hirah, yakni:
Biara Hindun Al Aqdam
Biara Lahaj
Biara Harah
Ajaran Nashrani menebar pula di jazirah Arab bagian selatan, namun hanya dalam wilayah yang terbatas. Di sana terdapat gereja di daerah Dhaffar dan Adn. Yang paling dikenal adalah Nashrani di daerah Najran, yang menjadi korban pembantaian orang-orang Yahudi dalam kisah Ash-habul Ukhdud.
Di kalangan orang-orang Quraisy, ajaran ini hanya menyebar pada jumlah yang sangat terbatas dan beberapa kabilah saja, diantaranya:
Bani Asad bin Abdul Uzza
Bani Umru’ul Qais dari kabilah Tamim.
Taghlib dari suku Rabi’ah.
Sebagian Kabilah Qudha’ah.
Ajaran ini menyebar di kalangan orang-orang Quraisy dari bangsa Romawi. Di antara misionaris Arab yang terkenal adalah Adi bin Hatim Ath Tha’i.
AGAMA HANIF
Agama hanif adalah agama asli orang-orang Arab, yang merupakan ajaran nenek moyang mereka Ibrohim a.s. Agama ini adalah ajaran tauhid dan bersih dari semua penyimpangan dan kesesatan. Mereka mengesakan Allah dan menanti kedatangan seorang Rasul yang dijanjikan.
Di antara orang-orang Hanif ini adalah:
Zaid bin Amr bin Nufail, sepupu Umar bin Khaththab bin Nufail. Zaid sempat bertemu dengan Rasulullah, namun wafat sebelum Islam datang.
Waraqah bin Naufal bin Asad, sepupu Khadijah binti Khuwailid bin Asad. Waraqahlah orang yang meyakinkan Rasulullah tentang kenabian beliau.
Umayyah bin Abu Shalt. Dia adalah penyair ulung pada zamannya, dan sya’ir-sya’irnya banyak mengandung makna-makna ketauhidan. Ia beralih pada agama Nashrani, dan ketika Islam datang, ia menolak kebenaran yang dibawa oleh Rasulullah. Ia meninggal dalam kekufurannya paska perang Badar.
Labid bin Rabi’ah bin Amir Al Kilabi Al Ja’fari. Seorang penyair yang sya’irnya termasuk dalam Al Mu’alaqat (Sya’ir-sya’ir terbaik pada jaman jahiliyyah yang ditulis dengan tinta emas dan digantung di dinding Ka’bah). Ucapannya yang terkenal adalah, “Ingatlah… Segala sesuatu selain Allah adalah batil…”. Ia wafat dalam Islam pada masa kakhalifahan Utsman bin Affan di usia yang lebih dari 150 tahun.
‘Ubaidillah bin Jahsy. Ia masuk Islam di awal kedatangannya, dan ikut hijrah ke Habasyah bersama istrinya, Ummu Habibah binti Abu Sufyan. Namun di sana ia murtad ke dalam agama Nashrani dan meninggal dalam kekufurannya. Ummu Habibah akhirnya dinikahi oleh Rasulullah, yang saat itu diwakili oleh Khalid bin Sa’id bin ’Ash.
Utsman bin Al Huwairits. Ia pergi ke kerajaan Romawi dan bertemu dengan Kaisar. Di sana ia pindah kepada agama Nashrani dan memperoleh kedudukan yang tinggi dalam kerajaan.
Adi bin Zaid Al ’Ubbadi, akhirnya beralih menjadi pengikut Nashrani.
Zuhair bin Abu Sulma, penyair yang sya’irnya termasuk dalam Al Mu’allaqat.
Arbab bin Ri’ab.
Suwaid bin Amir Al Musthaliqi.
As’ad Abu Karab Al Himyari.
Quss bin Sa’id Al Iyadi
Waqi’ bin Salamah bin zuhair Al Iyadi.
Umair bin Haidzab Al Juhni.
Abu Qais, Surrah bin Abu Anas Al Bukhari.
Saif bin Dzu Yazhan Al Himyari.
Amir bin Dharab Al Adwani.
Abdul Thanijah bin Tsa’lab bin Wabrah bin Qudha’ah.
Alaf bin Syihab At Tamimi.
Multamis bin Umayyah Al Kanani.
Khalid bin Sinan bin Ghaits Al ’Abbasi.
Abdullah Al Quda’i.
Ubaid bin Abrash Al Asadi.
Ka’ab bin Luai bin Ghalib, seorang kakek moyang Rasulullah.
Amr bin Abasah As Silmi, akhirnya masuk agama Islam.
Aktsam bin Shaifi bin Rabah.
Abdul Muththalib, Syaibah bin Hasyim bin Abdu Manaf, kakek Rasulullah.
Sumber:
Siroh Ibnu Hisyam
Biografi Rasulullah, DR. Mahdi Rizqullah Ahmad
Ar Rohiq Al Makhtum, Syaikh Mubarrakfuri
Filed under: Sejarah, Agama, Jazirah Arab, Kisah, Sejarah, Sirah



[...] [Bersambung] [...]
letehuilah…agama paling haq adalah agama islam..wajib bagi kita menegakan islam…ayo terus berdakwah dan berjihad di dalam negeri ini.siapkan?
Labbaik wasa’daik